INFORMASI TERBARU & TERLENGKAP SEMUA PROGRAM PROMOSI KARTU KREDIT, DISKON & SALE

Sudah lama saya tidak mengunjungi restoran ini ternyata sudah banyak perubahan pada dekor dan suasananya. Jika dahulu dekor yang ada sarat dengan meja kayu dan kursi kayu berukir dan tampak nuansa jawa di dalamnya maka dekor dan suasana yang ada saat ini 180 derajat berbeda. Nuansa yang ditampilkan adalah nuansa minimalis. Meja dan kursi yang digunakan sederhana dan manis, berbentuk persegi biasa dan kursi tanpa sandaran seperti di warung makan namun lebih elegan. Penerangan yang ada juga lebih redup dengan lampu-lampu kotak minimalis.
Pada beberapa bagian Sate Senayan masih mempertahankan nuansa jawa, dengan adanya kursi rotan dan lampu berkandelir serta gambar floral yang dimural pada kaca besar yang mengelilingi restoran. Motif pada kaca tersebut, identik untuk semua cabang Sate Senayan.
Sate Senayan yang saya kunjungi berada di daerah Menteng, dan saya bertandang kesana selepas pulang kerja. Tidak terlalu banyak pengunjung ketika saya tiba. Segera setelah saya dan rekan saya duduk, pelayan segera datang menghampiri dan memberikan menu kepada kami.
Saya yang cukup lapar segera memesan soto betawi (31k) favorit saya sedangkan rekan saya memesan lontong cap gomeh (32k), kami juga memesan pecel wijen solo (23k) untuk kami bagi berdua. Untuk minumannya kami memesan teh jawa (9k).
Tak lama kemudian, pelayan mengantarkan minuman dan makanan yang saya pesan. Mumpung masih hangat kami segera memakannya. Soto Betawi favorit saya masih segurih dan senikmat yang dulu. Santannya pas, dagingnya lembut dan kenyal, ditambah dengan aroma bawang goreng serta segar karena paduan tomat dan kentang. Hangat dan mengenyangkan, walaupun untuk lidah tertentu agak tawar sehingga saya kerap meminta sedikit garam sebelum menyantapnya.
Lontong cap gomeh yang dipesan rekan saya terlihat enak, tetapi ketika saya mencoba sedikit, rasanya dominan manis, kurang pedas bagi lidah saya yang menyukai rasa pedas dan bumbunya kurang pas. Porsinya banyak tetapi rasanya standar, tidak ada kelebihan pada masakan ini.
Sedangkan pecel wijen solo yang kami pesan, segar dan wangi, aroma wijennya sangat menggugah selera. Rasa pecel ini sedikit unik karena tidak menggunakan sambal kacang tetapi wijen sehingga rasanya manis dan gurih. Tidak terlalu pedas dan enak dimakan. Tetapi lebih enak dimakan siang hari sehingga menyegarkan.
Sebagai penutup, teh Jawa yang hangat sanggup mengusir kantuk yang mulai menghadang ketika perut kenyang.









